(Galur, 7 Mei 2025) Koordinasi teknis pembukaan pasar lelang digital musim tanam pertama tahun 2025 yang dihadiri oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Bank Indonesia, Bank DPD DIY Kulon Progo, BPP Kapanewon Galur, BPP Kapanewon Panjatan, BPP Kapanewon Wates, dan KSB 11 kelompok lelang. Acara dilaksanakan di rumah Bapak Sugiyatno, Karangsewu, Galur, Kulon Progo.
Pasar lelang cabai milik kelompok telah berdiri sejak tahun 2000 silam. Namun, sebelum adanya sistem digitalisasi lelang, pihaknya belum banyak mendapat keuntungan dikarenakan pelelang merupakan tengkulak dengan jangkauan pasar yang terbatas sehingga harga yang ditawarkan tidak dapat bersaing dengan harga di daerah luar.
Pak Wazan Mudzakir dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabapaten Kulon Progo, sangat mengapresiasikan adanya inovasi dari petani, beliau juga menyampaikan bahwa Pasar lelang cabai atau inovasi digitalisasi ini menerima penghargaan reka cipta bakti nugraha dan piagam inovasi terbaik dari Gubernur DIY. Hal ini tentunya menambah motivasi petani dalam berbudidaya cabai.

Dari Bank Indonesia menyampaikan bahwa koperasi yang didirikan hanya melegalkan apa yang selama ini dilakukan oleh petani. Sehingga petani, kelompok tani dan pasar lelang mempunyai payung hukum yang melindungi segala kegiatannya. Diharapkan kepada anggota koperasi dapat mengelola koperasi dengan baik. Selain dapat mengelola koperasi dengan baik, SDM dalam koperasi tersebut juga harus berkompeten, disiplin, jujur, dan transparan.
Pak Karman sebagai ketua Champion Cabai Kulon Progo, berharap ada forum yang dapat mempertemukan antara petani dengan pedagang untuk membuat kesepakatan-kesepakatan yang menguntungkan bagi semua pihak. Selama ini masih ditemukan beberapa pedagang yang tidak lancar dalam melaksanakan pembayarannya. Hal tersebut dinilai kurang efisien dan merugikan petani.
Harapannya, melalui koordinasi pembukaan pasar lelang digital dapat meningkatkan semangat para petani dalam meningkatkan kelembagaan sehingga dapat memperluas pemasaran cabai.
(Bid.Sarpu)